Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Tuesday, May 21, 2013

Iran Gantung Mata-mata Israel dan AS



TEHERAN,  Iran menggantung dua narapidana yang divonis sebagai mata-mata, Minggu (19/5), demikian menurut pengumuman kantor kejaksaan di Teheran, ibukota Iran. Satu orang dinyatakan bersalah karena bekerja untuk Israel dan satu orang lagi untuk Amerika Serikat (AS)

Mohammad Heydari dihukum karena "menerima pembayaran untuk menyediakan informasi intelijen tentang berbagai masalah keamanan dan rahasia nasional dalam sejumlah pertemuan dengan Mossad," badan intelijen Israel, kata sebuah pernyataan. Koroush Ahmadi dinyatakan bersalah karena "memberikan informasi intelijen tentang berbagai masalah kepada CIA." Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Iran menuduh musuh bebuyutannya, yaitu Israel dan AS, melancarkan kampanye sabotase yang mematikan terhadap program nuklirnya dan telah mengumumkan serangkaian penangkapan terhadap orang-orang yang diduga sebagai agen mata-mata dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Mei tahun lalu, Iran mengeksekusi Majid Jamali Fashi setelah menyatakan bahwa dia merupakan mata-mata Mossad dan memainkan peran kunci dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran pada Januari 2010 dengan imbalan pembayaran sebesar 120.000 dollar AS.

Iran juga masih menahan seorang warga AS keturuan Iran, Amir Mirzai Hekmati, seorang mantan Marinir AS. Hekmati dituduh bekerja untuk operasi CIA meskipun bantahan keras dari Washington dan keluarganya.

Pekerja Seks China Hadapi Kebrutalan Polisi

Seorang polisi menangkap seorang perempuan yang diduga PSK dalam sebuah operasi pemberantasan prostitusi di Quanzhou, Provinsi Fujian, China, pada Oktober 2011. Human Right Watch (HRW) dalam rilis hasil penelitiannya mengatakan banyak PSK mengalami kebrutalan polisi di China.




NEW YORK,  Human Rights Watch (HRW) mengatakan, kampanye besar di China untuk memberantas prostitusi justru menyebabkan pekerja seks rentan mengalami perlakuan buruk oleh polisi. 



Dalam laporannya, kelompok hak asasi manusia yang berkantor pusat di New York itu mengatakan, para pekerja seks sering menghadapi kebrutalan polisi dalam operasi yang mengusir mereka. Operasi-operasi tersebut banyak menjadi perhatian media.

Polisi, kata HRW, sering memukul, menyiksa, dan secara semena-mena menahan para pekerja seks.
Dalam satu kasus, seorang perempuan menuturkan bahwa polisi mengikat dia dan dua temannya ke pohon dan kemudian memukuli mereka.

Beberapa pekerja seks lainnya mengatakan, mereka diserang dan dipaksa mengaku bahwa mereka adalah pekerja seks.

Ilegal
Setelah mengaku, mereka dijatuhi denda, sementara para pekerja seks lainnya ditahan tanpa menjalani sidang selama berbulan-bulan.

Berdasarkan laporan HRW, beberapa perempuan juga dipaksa menjalani tes HIV dan hasilnya diberikan kepada pihak ketiga.

Wartawan BBC di Beijing, Martin Patience, melaporkan, terdapat sekitar empat juta pekerja seks di China, sebagian besar perempuan.

Prostitusi dinyatakan gelap di China. Akan tetapi, meskipun pihak berwenang melakukan kampanye antiprostitusi, praktik tersebut dapat ditemukan dengan mudah di sebagian besar kota kecil dan kota besar di negara itu.

Tornado Raksasa Sapu Oklahoma

OKLAHOMA, Angin tornado menyapu daratan Oklahoma City, Amerika Serikat, Senin (20/5/2013) petang waktu setempat atau Selasa (21/5/2013) dini hari waktu Indonesia. Angin puyuh ini bergerak menuju daerah-daerah sekitarnya, yang terpantau pada pukul 03.30 WIB luas pusaran angin lebih dari 3,2 kilometer seperti dilaporkan CNN. Situasi darurat ditetapkan untuk kawasan Oklahoma dan sekitarnya.

Badan Cuaca Nasional menyatakan status darurat untuk sapuan tornado yang mereka sebut sebagai kejadian langka ini. Kerusakan parah dan kematian dikhawatirkan bakal terjadi. Video dari jejaring CNN menunjukkan awan corong membentang dari langit ke tanah, menerbangkan rumah dan semua yang ada di tanah.

Lebih dari 171.000 orang dikhawatirkan berada di jalur badai. Kondisi terakhir terjadi menyusul tornado dan badai kuat yang lebih dulu menerjang Oklahoma dan Midwest pada Minggu (19/5/2013) dan Senin (20/5/2013) pagi waktu setempat. Sejak awal, para peramal cuaca sudah mengingatkan bahwa situasi buruk yang telah menewaskan dua orang tersebut belum berakhir. 

"Hari ini bisa berpotensi berbahaya seperti kemarin," kata pakar meteorologi CNN, Indra Petersons, Senin pagi, menunjuk ke sebuah petak luas negara mulai dari Texas ke Michigan. "Kita bicara tentang 500.000 mil persegi di bawah todongan cuaca buruk."

Sembari menyiapkan diri untuk kondisi yang lebih buruk, warga setempat harus melihat sisa puing di lokasi rumah mereka sebelumnya ada. "Pikiran saya, seperti sesak napas, benar-benar meledak," kata Jessie Addington (21) saat menemukan beberapa serpihan bekas rumahnya yang sebelumnya masih berdiri hingga Senin (20/5/2013). 

Addington, yang sekarang tinggal di kota terdekat, kata ibunya, meringkuk di kamar mandi rumah mobil ketika badai melanda. Tetapi, tornado masih melemparkannya ke sekitar seperti boneka kain, meninggalkan memar dan babak belur. Ketika Addington tiba, ia terkejut menemukan lingkungan tempat ia tinggal selama 17 tahun dikurangi menjadi reruntuhan. "Saya merasa dicurangi, jujur," katanya, "Seperti tiba-tiba saja semua pergi."

Diperkirakan 300 rumah sudah rusak atau hancur di Oklahoma, kata juru bicara Palang Merah Ken Garcia. Dilihat dari udara, tingkat kerusakan itu mengejutkan, kata John Welsh, seorang pilot helikopter untuk KFOR afiliasi CNN di Oklahoma. "Seperti Anda mengambil rumah, Anda memasukkannya ke dalam blender raksasa, Anda menyalakannya berputar selama beberapa menit, dan kemudian Anda mengeluarkan hasilnya."

Saturday, May 18, 2013

Pakai Google Maps, Pria China Pulang Setelah 23 Tahun Diculik

South china
BEIJING, Seorang pemuda Sichuan, yang diculik saat berusia lima tahun dan dibawa ke Provinsi Fujian, akhirnya bisa pulang ke rumahnya.

Selama bertahun-tahun, Luo Gang mencoba mencari tahu kampung halamannya. Dan, dia berkata tidak akan bisa pulang ke rumahnya tanpa bantuan Google Maps.

Luo Gang, lahir di sebuah kota kecil di Guanggan, Provinsi Sichuan, hilang saat berangkat ke sekolahnya 23 tahun lalu.

Orangtuanya yang sangat bersedih melakukan segala upaya untuk menemukan putranya kembali, tetapi tak berhasil. Akhirnya, mereka menyerah dan mengadopsi seorang anak perempuan.

Apa yang tidak diketahui kedua orangtua itu adalah putra mereka dibawa ke sebuah kota di sebelah tenggara Provinsi Fujian, sekitar 1.500 kilometer dari Sichuan.

Meski orangtua angkat Luo Gang sangat menyayangi dan menganggap dia seperti anak kandung mereka, tetapi keinginan untuk pulang kepada orangtua kandung selalu menghantui pikiran pemuda ini.

"Setiap hari sebelum tidur, saya memaksa diri saya untuk mengingat masa-masa hidup saya di rumah lama. Sehingga saya tidak akan lupa," kata Luo Gang.

Namun, satu-satunya hal yang diingat Luo Gang hanya dua jembatan yang dimiliki kota asalnya.

Dia lalu membuat sebuah peta kasar kota asalnya berdasarkan apa yang diingatnya. Lalu dia mengirimkan peta buatannya itu ke "Membawa Pulang Bayi Hilang", sebuah situs yang didedikasikan untul mencari anak-anak hilang melalui bantuan sukarelawan.

Tak lama setelah itu, seorang sukarelawan menulis surat berisi informasi yang sangat berharga. Informasi itu adalah tentang pasangan suami istri di kota Guanggan yang kehilangan putra mereka 23 tahun lalu. Waktu yang sesuai dengan masa penculikan Luo.

Kemudian Luo mencari gambar kota Dongguan dan mendapati dia sangat mengenali foto-foto kota tersebut. Untuk mengobati rasa penasarannya, dia menyalakan versi satelit Google Maps.

Dia kemudian memperbesar kawasan yang dikenal dengan nama Yaojiaba dekat kota Sichuan, yang diingatnya memiliki dua buah jembatan.

"Itu dia! Itu dia! Itu rumah saya," Lao berteriak kegirangan saat menemukan kedua jembatan seperti yang diingatnya selama ini.

Singkat cerita, Luo akhirnya bertemu dan berkumpul kembali dengan kedua orangtua kandungnya di Sichuan.

"Selama bertahun-tahun, saya selalu menangis setiap hari memikirkan putra saya, yang mungkin saja kelaparan dan kedinginan," kata ibu Luo Gang.

Sejauh ini tidak diketahui apakah orangtua angkat Luo Gang akan dikenai dakwaan kriminal karena menculiknya semasa kanak-kanak.


Sumber :South China Morning Post

Monday, May 13, 2013

Pesona Dzhokhar Tsarnaev

Sebagian orang di Amerika Serikat menganggap Dzhokhar Tsarnaev sangat kejam karena meledakkan bom hingga menewaskan tiga orang di Boston. Namun sebagian lainnya menganggapnya sebagai remaja rupawan yang jadi korban cuci otak kakaknya, Tamerlan.

Diberitakan Daily Mail, Minggu 12 Mei 2013, kelompok terakhir ini kebanyakan terdiri dari para remaja wanita Amerika Serikat yang kepincut dengan ketampanan Dzokhar. Bahkan, popularitas pemuda 19 tahun di Facebook dan Twitter hampir menyamai Justin Bieber dan salah satu personil boyband One Direction, Harry Styles.

Salah satu pengguna Twitter, Alisha, dengan akun @Keepitblunted mengatakan bahwa dia akan menato tubuhnya dengan kalimat favorit yang pernah ditulis Dzhokhar di Twitter pada 8 April lalu. Kalimat itu tertulis, "Apabila kamu memiliki pengetahuan dan inspirasi maka yang perlu kamu lakukan hanya tinggal mempraktekkannya".

Namun Alisha, mengurungkan niatnya karena menghormati permintaan keluarganya. Seperti banyak remaja wanita lainnya di AS, Alisha menganggap Dzhokhar tidak bersalah. Alisha mengatakan bahwa seseorang harus membela Dzhokhar.

"Seseorang harus membelanya dan orang tersebut bukan hanya sekedar gadis SMA yang berpikir kalau dia itu tampan," ujar Alisha.

Kekaguman terhadap wajah ganteng Dzhokhar juga membuai pemilik akun @TheFreeJahar97. Salah satu kicauannya dengan tagar #freejahar adalah, "Saya memang tidak mengenal Dzhokhar dan seharusnya tidak mengatakan ini, tapi saya merindukan Dzhokhar. Apakah hal itu aneh? Jangan berpikir saya aneh, karena saya hanya merindukannya".

Lain lagi dengan pemilik akun @Tsarnaev5ever yang prihatin dengan kondisi Dzhokhar di penjara Federal Medical Center Devens, Massachussets. Menurutnya Dzhokhar akan gila berada di dalam sel ukuran 10X10 dan hanya ditemani sebuah buku.

"Kasihan Dzhokhar. Dia baru berusia 19 tahun. Baru 19 tahun. Tidak ada satu orang pun yang layak ditempatkan di dalam penjara ukuran 10X10," tulis Tsarnaev5ever.

Beberapa pengguna Twitter bahkan menyatakan akan pindah ke agama Islam demi semakin mengenal Dzhokhar.

Pendukungnya di Facebook juga tidak kalah banyak. Sebuah fanpage yang muncul tak lama setelah peristiwa meledaknya bom Boston, kini telah memiliki pengikut 11.250 anggota.

Admin fanpage tersebut menganggap Dzhokhar tak bersalah dan bukan pelaku pengeboman yang sesungguhnya. Mereka mengatakan, pengeboman Boston adalah konspirasi jahat yang dilakukan AS dengan menyewa perusahaan militer swasta, Craft International, dan menjebak Tsarnaev bersaudara.

Craft International dikenal sebagai perusahaan yang memiliki agen militer terlatih untuk menghadapi situasi dan taktik perang. Perusahaan tersebut didirikan oleh mantan tentara AL AS, Chris Kyle yang terbunuh pada Februari lalu akibat ditembak sesama rekan veteran di Texas.

Sementara menurut seorang agen Biro Investigasi Federal AS (FBI) yang ditemui Dailymail mengatakan bahwa pemikiran para pendukung Dzhokhar itu keliru. "Mereka benar-benar bodoh. Orang-orang bodoh ini justru malah akan mempersulit negeri ini untuk bisa pulih dari peristiwa tersebut," ujar seorang agen FBI yang berkantor di Washington DC. (eh)

Sunday, May 12, 2013

Dibui dan Dicambuk karena Bantu Orang Pindah Agama

Ilustrasi
RIYADH, Sebuah pengadilan di Arab Saudi menjatuhkan hukuman penjara enam tahun dan cambuk 300 kali terhadap seorang pria Lebanon setelah terbukti bahwa pria itu mendorong seorang perempuan Saudi pindah agama, kata sejumlah harian setempat, Minggu (12/5).

Pengadilan yang sama juga memvonis seorang pria Saudi yang terlibat dalam kasus itu dengan hukuman dua tahun penjara dan cambuk 200 kali karena membantu perempuan muda itu melarikan diri dari Saudi, kata harian lokal, Al-Watan.

Pengadilan di Khobar, Arab Saudi bagian timur, di mana perempuan dan kedua pria itu bekerja untuk sebuah perusahaan asuransi, menetapkan putusan tersebut. Kasus pada Juli 2012 itu menimbulkan kegemparan di Arab Saudi, yang menerapkan hukum Islam ketat yang menetapkan bahwa orang Muslim yang pindah ke agama lain harus dihukum mati.

Perempuan itu, yang hanya dikenal sebagai "gadis dari Khobar", telah lari ke Swedia dan di sana dia berada dalam perlindungan sejumlah organisasi non-pemerintah yang tidak disebutkan, kata sejumlah media lokal. Perempuan itu muncul dalam sebuah rekaman video di YouTube tahun lalu dimana ia menyatakan bahwa ia telah memutuskan untuk pindah agama.

Laporan media setempat mengatakan, pengacara keluarga perempuan itu, Hmood al-Khalidi, mengatakan bahwa ia "puas dengan putusan pengadilan itu".

Kedua pria yang jadi terhukum, yang juga bisa dituntut karena tuduhan-tuduhan lain seperti korupsi dan pemalsuan dokumen resmi yang memungkinkan perempuan itu pergi meninggalkan negaranya tanpa persetujuan keluarganya, akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Perempuan Arab Saudi dilarang bepergian tanpa persetujuan dari wali mereka.

Saturday, May 11, 2013

Memburu Teroris


Teroris

Dua dari DPO (daftar pencarian orang) teroris yang dicari polisi yaitu Saefudin Juhri dan Muhammad Syahrir ternyata saudara kandung kakak beradik. Keduanya juga saudara kandung Sucihani, istri Ibrohim tersangka teroris yang tewas dalam penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah.

Sucihani, istri Ibrohim membenarkan jika dua dari DPO teroris yang diumumkan Mabes Polri adalah bersaudara. Syaefudin Juhri alias Udin dan Muhammad Syahrir alias Aing adalah saudara kandungnya. Syahrir adalah kakak nomor 3, sementara Udin adik nomor 7. Keluarga besar mereka kini berada di Desa Sampura, Kuningan, Jawa Barat

Meski masing-masing telah berumahtangga, namun mereka masih sesekali mengunjungi kedua orangtuanya Haji Zaelani Irsyad dan Hajjah Aseni di Desa Sampora.

Sementara itu Kolifah Sari alias Opi, istri Syaefudin Juhri bin Zaelani yang ditetapkan polisi sebagai buronan teroris ini masih tampak shok. Opi kini berada di rumah orangtuanya di Kelurahan Perbetulan, Kecamatan Sumber Cirebon karena tak tahan dengan tekanan ekonomi dan psikis sejak ditinggalkan suaminya tiga bulan lalu. Saat pergi terakhir kali, Syaefudin yang memberitahu istrinya akan belanja obat-obatan herbal hanya meninggalkan uang 100 ribu rupiah untuk bertahan hidup, Opi terpaksa menjual perhiasan dan barang-barang yang masih tersisa.

Opi merasa agak tenang berada di rumah orangtuanya, namun Opi masih mengkhawatirkan keselamatan suaminya. Opi mengaku sama sekali tak menyangka suaminya terlibat dalam jaringan teroris. Opi meminta kepada masyarakat agar tidak mengaitkan tindakan suaminya dengan keberadaan keluarga orangtuanya di Cirebon. (Masyuri Wahid/Sup)

Older Posts Home